Potensi Bisnis Olahan Jagung Cukup Menjanjikan

Melimpahnya hasil pertanian jagung di sebagian besar daerah Indonesia, memberikan peluang cukup menguntungkan bagi masyarakat kita. Sebab diperkirakan harga jagung dunia, akan mengalami peningkatan pada tahun 2011 ini. Meningkatnya permintaan dunia, membuat persediaan jagungpun semakin berkurang. Akibatnya harga jagung terus naik, bahkan harga jagung di Indonesia sudah mencapai Rp 3.000,00 per kg.

Saat ini jagung bukan hanya dijadikan sebagai makanan pokok sehari-hari saja. Jika biasanya masyarakat hanya mengolahnya menjadi jagung rebus, jagung bakar, atau nasi jagung. Kini seiring dengan perkembangan teknologi dan pengetahuan masyarakat, jagung bisa diolah menjadi produk industri yang memberikan keuntungan besar bagi para pelaku usahanya.

Besarnya minat masyarakat akan jagung, menjadikan potensi bisnis olahan jagung cukup menjanjikan. Keadaan ini juga dimanfaatkan sebagian orang sebagai ajang untuk mencari keuntungan dari peluang bisnis yang berbahan baku jagung.

Peluang bisnis emping jagung

Salah satu produk olahan jagung yang bernilai tinggi adalah emping jagung. Produk yang satu ini, memiliki rasa yang gurih dan sangat renyah. Tak heran jika banyak masyarakat menyukai camilan ini.

Dibandingkan produk olahan jagung lainnya, pembuatan emping jagung memang sedikit lebih sulit dan membutuhkan kemampuan khusus. Sebab proses pemipihan jagung, bukanlah perkara yang mudah. Proses ini memiliki resiko kegagalan yang cukup tinggi, karena biasanya jagung mudah hancur. Jadi hasil yang diperoleh hanya sekitar 80% saja, dan 20% lainnya cenderung gagal karena hancur atau kualitasnya tidak layak jual.

Untuk proses pembuatan emping jagung sendiri, dimulai dari proses pemilihan jagung yang kualitasnya baik. Setelah itu jagung dibersihkan dengan dicuci. Untuk menghilangkan kulit ari pada jagung, Anda bisa merebus jagung dengan kapur (sebanyak 2-4% dari berat jagung) selama satu jam. Selanjutnya cuci lagi jagung yang sudah direbus sampai bersih, lalu rendam jagung pada air bersih semalam. Kemudian lakukan pengukusan selama satu jam, pada jagung yang sudah direndam semalam. Jika jagung sudah matang, Anda bisa mulai memipihkannya pada saat jagung masih panas menggunakan mesin pengemping jagung. Dengan bantuan mesin tersebut, maka proses pemipihan bisa lebih efektif. Karena mesin pengemping jagung memiliki kemampuan memipihkan jagung dengan cepat, kapasitasnya sampai 30 kg per jam. Disamping itu roll pemipih yang terbuat dari pipa PVC, juga membuat jagung tidak lengket jika dipipihkan. Sehingga resiko kegagalan produksi, bisa diminimalisir. Mesin ini banyak digunakan para pelaku usaha kecil menengah yang memproduksi emping jagung maupun emping melinjo.

Untuk tahapan terakhir, jagung yang sudah dipipihkan menggunakan mesin siap untuk dijemur dibawah sinar matahari. Biasanya pada saat cuaca bagus, proses pengeringan yang dibutuhkan kurang lebih 1-2 hari. Namun bila cuaca tidak bersahabat, maka bisa memakan waktu lebih lama antara 3-4 hari. Produk ini bisa dijual mentah, atau bisa juga dipasarkan setelah digoreng.

Selain mesin pengemping jagung, untuk mempermudah proses produksi Anda juga bisa menggunakan mesin perontok biji jagung. Dengan kapasitas 700-900 kg per jam, mesin tersebut bisa merontokan biji jagung dengan sangat cepat. Tentu itu akan mempermudah Anda dalam memenuhi permintaan emping jagung.

Cukup mudah bukan? Bagi Anda yang tinggal di daerah penghasil jagung, potensi bisnis ini bisa Anda coba untuk meningkatkan nilai jual jagung di daerah Anda. Oleh karena itu, tingkatkan kejelian Anda untuk memanfaatkan segala potensi yang ada di sekitar Anda. Sekian dulu informasi potensi bisnis daerah pekan ini. Selamat mencoba dan salam sukses.

Informasi
Berbagai mesin untuk memproduksi emping jagung dapat diperoleh :
Aneka Mesin
d/a : Jl. Baru Mulungan No. 15 Gondangan Penen Sendangadi Mlati Sleman, Yogyakarta
Call Support : Senin – Sabtu (Jam 08.00 – 16.00)

  • » Phone : (0274) 6945 660
  • » Phone : (0274) 4360 789
  • » Telkomsel : 081-22-77-999-12
  • » Indosat : 08574-33-666-88
  • » XL : 0878-91-20-20-10

Fax : (0274) 4360 789
Website : http://anekamesin.com

Sumber gambar : http://matanews.com/wp-content/uploads/jagung-hibrida.jpg dan www.anekamesin.com

Bibit Larang Jual Kambing PE Ke Luar Negeri

Gubernur Jawa Tengah H Bibit Waluyo melarang peternak menjual kambing peranakan ettawa (PE) ras Kaligesing kualitas bagus ke luar negeri

Hal ini disampaikannya saat berkunjung di Desa Pandanrejo Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo, Selasa (1/12). Diperkirakan, ribuan kambing PE ras Kaligesing sudah dipelihara di Malaysia.

Keberadaan kambing tersebut berdasar laporan yang didengar Gubernur saat mengunjungi pekerja Indonesia di negara itu. “Ada pekerja Indonesia yang mengaku sudah melihat ribuan kambing PE dipelihara di Malaysia,” ujarnya dihadapan puluhan warga Pandanrejo.

Menurutnya, jika ekspor tersebut terus berlangsung, koleksi kambing PE kualitas bagus di Indonesia akan habis. Bahkan, lanjutnya, ada kemungkinan suatu saat kambing PE ras Kaligesing akan diakui sebagai ternak asli negara lain.

Ditambahkan, kambing PE ras Kaligesing memiliki produktifitas tinggi. Selain itu, kambing itu mampu menghasilkan susu. “Bahkan jika dirawat, harganya akan mahal,” ungkapnya.

Dijelaskan, untuk menekan keluarnya kambing PE ras Kaligesing ke negara lain, pemerintah akan memberdayakan peternak agar mampu mengembangkan potensi ternak itu. Lanjutnya, pemerintah juga berencana membeli kambing PE unggul yang dijual peternak untuk dikembangkan sebagai bibit. “Daripada dijual ke luar negeri, lebih baik dibeli pemerintah. Pemerintah mempunyai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Peternakan untuk melestarikan kambing PE kualitas bagus,” ucapnya.

Populasi kambing PE ras Kaligesing di Kabupaten Purworejo dalam empat tahun terakhir terus meningkat. Pada tahun 2006, jumlah populasi kambing PE ras Kaligesing mencapai 60.808 ekor. Tahun 2007 meningkat menjadi 65.983 ekor. Kemudian melonjak lagi pada tahun 2008 menjadi sebanyak 67.165 ekor.

sumber (KRjogja.com)

Juara Kontes Kambing Etawa

Purworejo, CyberNews. Empat kambing peranakan etawah (PE) Ras Kaligesing dari Kabupaten Purworejo berhasil mengharumkan nama Purworejo dalam Lomba dan Kontes Ternak Nasional yang digelar Departemen Pertanian di Asrama Haji Donohudan Boyolali beberapa hari lalu.

Lebih dari itu, keempat hewan klangenan yang menjadi ikon Kabupaten Purworejo sekaligus mampu membuktikan keunggulan Provinsi Jawa Tengah sebagai daerah penghasil ternak berkualitas.

Prestasi itu sekaligus mengantarkan Provinsi Jawa Tengah sebagai juara umum kontes tersebut. Provinsi Jawa Tengah mengirimkan 12 ekor kambing dan enam ekor di antaranya berasal dari Kabupaten Purworejo. Dari enam kelas yang diperlombakan, empat juaranya disabet kambing PE dari Kabupaten Purworejo.

Juara yang diraih kambing PE asal Kabupaten Purworejo itu terdiri dari juara I kelas pejantan yang diraih kambing PE milik Supri, warga Desa Kebongunung, Kecamatan Bener, Purworejo. Juara I kelas betina diraih kambing milik Samsul Warga Bener.

Selanjutnya juara II kelas pejantan diraih kambing milik Gunawan warga Kledungkradenan serta juara III kelas pejantan diraih kambing milik Eko yang juga warga Kledungkradenan. Semua kambing PE yang meraih juara III merupakan asli ras Kaligesing semuanya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo M Abdullah, Kamis (29/7), meninjau kambing milik Eko yang baru meraih juara. Sekaligus politisi Partai Demokrat ini mengucapkan selamat dan rasa bangganya atas prestasi tersebut.

“Ini sebuah prestasi yang diukir dari kemandirian masyarakat melalui budidaya ternak andalan kambing PE tanpa harus menggantungkan atau ngributi pemerintah. Apa yang dilakukan Mas Eko dan peternak peraih juara yang lain ini bisa menginspirasi masyarakat,” katanya.

Kambingnya yang dilombakan diberi nama Gandos dan berumur 2 tahun. Setelah dinobatkan sebagai pemenang, kambing milik Eko tersebut sempat ditawar Rp 105 juta tapi tidak diberikan.

Di luar itu, Eko menyayangkan minimnya kepedulian Pemkab Purworejo terhadap pengembangan kambing PE. Padahal, Departemen Pertanian sudah memberikan legitimasi SK pengakuan ras tersebut. “Yang kami harapkan ada kepedulian pemerintah dan secara sungguh-sungguh mengembangkan kambing ini. Sebab bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat,” katanya.

Abdullah menambahkan, sejauah ini belum ada satupun calon bupati yang memiliki komitmen dan program pengembangan kambing ini.

Sumber berita http://www.kambingetawa.org

Pelatihan Singkat Beternak Kambing Etawa

Melihat serta untuk memenuhi kebutuhan rekan rekan peternak yang menginginkan pengetahuan dasar mengenai cara beternak Kambing Etawa serta pembudidayaan nya maka kami memiliki keinginan untuk berbagi Ilmu serta pengalaman mengenai Budidaya Kambing Etawa.

Sekedar ingin berbagi mengenai apa serta seperti apa Kambing Etawa dari sejarah nya hingga beberapa varian kambing Etawa , tidak lupa juga mengenai tehnik dasar untuk memelihara Kambing etawa.

Kami mencoba memberikan sharing pengetahuan praktis Cara budidaya Ternak Kambing Etawa dengan berbagai sumber serta mengajak langsung melihat tata cara tradisional para peternak di sentra asal Kambing Etawa dalam memelihara Kambing Etawa.

Adapun petani ternak yang berkenan berkunjung atas nama kelompok ataupun pribadi kami menawarkan beberapa paket

Pelatihan Singkat 1 Hari tentang Budidaya Kambing Etawa

I.Paket A :

1. Kunjungan ke Pasar Kambing Desa Pandanrejo Kec Kaligesing Purworejo

2. Penjemputan dan Pengawalan Rombongan

3. Tutorial 2 Nara sumber

4. Kunjungan Ke UPTD Peternakan

5. Kunjungan Ke 3 Lokasi Peternak Kambing Etawa Andalan

6. Free welcome soffdrink + snack 1Xdan makan siang 1X

7. Free Buklet tentang KAMBING ETAWA

8. Cindera mata

9. Free tiket masuk Wisata ke Goa Seplawan.

(Penjemputan dengan 1 armada dari Kota Purworejo atau Kenteng Nanggulan Kulonprogo PP + Kunjungan ke lokasi peternak.)

Paket B :

1. Penjemputan dan Pengawalan Rombongan

2.Tutorial singkat 1 Nara sumber

3. Diskusi dan Tanya jawab

4. Kunjungan Ke 3 Lokasi Peternak Kambing Etawa Andalan

5. Free welcome soffdrink + snack 1X

6. Free Buklet tentang KAMBING ETAWA

(Penjemputan dengan 1 armada dari Kota Purworejo atau Kenteng Nanggulan Kulonprogo PP + Kunjungan ke lokasi peternak.)

Paket C :

1. Penjemputan dan Pengawalan Rombongan non Armada( penunjuk arah )

2. Tutorial singkat 1 Nara sumber

3. Kunjungan Ke 3 Lokasi Peternak Kambing Etawa Andalan

4. Free welcome soffdrink + snack 1X

5. Free Buklet TENTANG KAMBING ETAWA

Biaya paket pengganti operasinal sebesar:

Paket A : Untuk 10 orang sebesar : Rp 1.000.000.00 atau Rp: 100.000/ orang

Paket B : Untuk 10 orang sebesar : Rp 500.000.00 atau Rp :50.000/orang

Paket C : Untuk 10 orang sebesar : Rp 300.000.00 atau Rp 30.000/orang


Sumber berita http://www.kambingetawa.org