Budidaya Kambing “Bisnis yang Potensial”

KambingPotensi untuk mengembangkan kambing di Indonesia sangat terbuka lebar, karena kurang lebih 30 persen kebutuhan pangan dan pertanian dipenuhi oleh ternak, sehingga keberadaan ternak menjadi sangat strategis dalam hidup dan kehidupan manusia. Sebagian besar orang di negara kita suka makan daging kambing. Itu karena kambing dipercaya dapat meningkatkan stamina tubuh, baik pria maupun wanita. Karena itu, bisnis penjualan kambing sangat menguntungkan kapan pun, terlebih ketika menjelang hari raya Idul Adha, selamatan, akikah, dan sebagainya. Tidak heran jika banyak orang memprediksi bahwa sampai kapan pun, usaha pembudidayaan kambing memiliki prospek cerah. Untuk mengurus kambing-kambing yang Anda budidayakan, dua orang karyawan setidaknya diperlukan dalam usaha ini, yakni perawat dan pencari pakannya.

Jika anda tinggal di perkotaan, Anda bisa menitipkan kambing Anda kepada saudara atau orang terpercaya yang tinggal di pedesaan atau daerah yang masih minim penduduknya. Sistem yang ditawarkan bagi hasil, misalnya jika kambing Anda melahirkan 2 ekor anak kambing, maka Anda dapat memberikan satu ekor kepada pengembala kambing, sedangkan satu ekor lagi adalah milik Anda ditambah kambing dewasa Anda sebelumnya.

Karena bau kambing yang menyengat dan tidak menyenangkan, pembudidayaannya mengharuskan Anda untuk menempatkan kandang jauh dari pemukiman penduduk. Keberhasilan usaha ini tergantung perawatan (kualitas makanan, perawatan kesehatan, dll.) dan pengawasan (penjagaan dari pencurian, terutama di malam hari). Promosi bisa Anda lakukan dengan mendatangi penjual sate dan gule kambing yang ada di daerah sekitar Anda atau Anda jual langsung ke pasar hewan.

Pedoman Teknis
a. Jenis kambing asli di Indonesia adalah kambing kacang dan kambing peranakan etawa (PE)
b. Memilih bibit
Pemilihan bibit diperlukan untuk menghasilkan keturunan yang lebih baik. Pemilihan calon bibit dianjurkan di daerah setempat, bebas dari penyakit dengan phenotype baik.
1). Calon induk, Umur berkisar antara > 12 bulan, (2 buah gigi seri tetap), tingkat kesuburan reproduksi sedang, sifat keindukan baik, tubuh tidak cacat, berasal dari keturunan kembar (kembar dua), jumlah puting dua buah dan berat badan > 20 kg.
2). Calon pejantan, Pejantan mempunyai penampilan bagus dan besar, umur > 1,5 tahun, (gigi seri tetap), keturunan kembar, mempunyai nafsu kawin besar, sehat dan tidak cacat.
c. Pakan
Ternak kambing menyukai macam-macam daun-daunan sebagai pakan dasar dan pakan tambahan (konsentrat). Pakan tambahan dapat disusun dari (bungkil kalapa, bungkil kedelai), dedak, tepung ikan ditambah mineral dan vitamin. Pakan dasar umumnya adalah rumput kayangan, daun lamtoro, gamal, daun nangka, dsb. Pemberian hijauan sebaiknya mencapai 3 % berat badan (dasar bahan kering) atau 10 – 15 % berat badan (dasar bahan segar)
d. Pemberian pakan induk
Selain campuran hijauan, pakan tambahan perlu diberikan saat bunting tua dan baru melahirkan, sekitar 1 1/2 % berat badan dengan kandungan protein 16 %.
e. Kandang
Pada prinsipnya bentuk, bahan dan konstruksi kandang kambing berukuran 1 1/2 m2 untuk induk secara individu. Pejantan dipisahkan dengan ukuran kandang 2 m2, sedang anak lepas sapih disatukan (umur 3 bulan) dengan ukuran 1 m/ekor. tinggi penyekat 1 1/2 – 2 X tinggi ternak.
f. Pencegahan penyakit : sebelum ternak dikandangkan, kambing harus dibebaskan dari parasit internal dengan pemberian obat cacing, dan parasit eksternal dengan dimandikan.

Analisa Ekonomi  Modal Awal  Tempat dan kandang                            Rp. 20.000.000,- Bibit kambing 100ekor @ Rp. 300.000           Rp. 30.000.000,- Makanan                                       Rp.  5.000.000,- Total                                         Rp. 55.000.000,-  Biaya operasional 3 bulan  Gaji pegawai                                  Rp.  3.000.000,- Makanan, obat dll                             Rp.  3.000.000,- Total                                         Rp.  6.000.000,-  Omzet setelah 3 bulan                         Rp. 20.000.000,-  Laba dalam 3 bulan                            Rp. 14.000.000,-  Masa kembali modal 4 bulan  (Modal awal : Laba per bulan) 

Informasi Terkait:

  1. Fenomena Berjualan Kambing Korban
  2. Dari Hanya Memenuhi Pasar Lokal Merambah Ke Pasar Ekspor
  3. Meraih Laba dari Peranakan Etawa

Tulisan diolah dari berbagai sumber: Dr. Michael Chan, Jeremy Ong MBA. 121 Peluang Bisnis Terpopuler. Jakarta: Prestasi Pustaka, 2009.

http://panjalunet.files.wordpress.com/2007/12/budidaya-ternak-kambing.doc

Sumber gambar : http://www.kambingetawa.org/…/2009/03/pict0022.jpg”>www.kambingetawa.org/…/2009/03/pict0022.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar